Langsung ke konten utama

Postingan

Resensi Buku Teknologi Pendidikan

Judul Buku :Teknologi Pendidikan Penulis : Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd dan Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M. Si. Penerbit : PT REMAJA ROSDAKARYA Bandung Cetakan : pertama 2013 Jumlah Halaman : 286  Melalui perubahan terjadilah pergeseran, penambahan, pengurangan, penggantian, dan pengembangan yang selanjutnya dapat membentuk sistem sosial yang baru. Hal tersebut juga terjadi dalam sistem pendidikan. Perubahan sistem pendidikan terjadi akibat adanya pergeseran paradigma yang dilandasi oleh adanya perubahan filsafat yang menjadi acuan. Gejala ini tergambar dari pergeseran paradigma pendidikan modern yang dilandasi oleh filsafat yang berkembang pada masa itu ke arah paradigma post modern. Secara etimologis lata paradigma berasal dari bahasa Yunani, "paradeigma" yang berarti pattern (pola) atau example (contoh) dan dari "paradeiknunai" yang berarti "demonstrate" atau mempertunjukkan, mempertontonkan. Teknologi pendidikan sendiri menurut buku ini m...
Postingan terbaru
Aku menatap dengan cermat kertas yang ada di atas meja, apa yang sedang dijelaskan oleh kakak-kakak dari panitia sudah tidak terdengar lagi di telingaku. Aku menelan ludah, dan mulai bertekad untuk ikut mendaftar sebagi bagian dari kepanitiaan. Aku ingin mengasah kegiatan organisasiku. Aku ingin diakui, aku ingin menunjukkan jika aku termasuk jejeran orang-orang hebat. Kalau seperti itu, aku harus memaksimalkan upayaku bukan? Dari semua pendaftar yang bisa jadi mencapai ratusan, hanya diterima 60 orang. Takut? Pesimis? Mungkin ada, tapi aku harus selalu positive thingking. Aku bisa, aku bisa, aku bisa. Dan itulah cerita sekilas dari kegiatan pkkmbku kemarin di UNY. Apakah kalian pernah mengalaminya?
Bertemu dengan orang-orang hebat, membuatku ingin menjadi orang hebat juga. Tapi..apakah jalan yang kutempuh ini salah? Hai! Terima kasih sudah mau kembali ke blog ini. Kali ini aku mau bercerita tentang menjadi seorang maba. Aku kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta, jurusan Teknologi Pendidikan. Jujur, kalau aku ditanya apa rencana kedepan di jurusan ini, aku masih ragu untuk menjawabnya. Basic skill-ku lebih ke perfilman, editing video, fotografer, naskah, editing audio, dan lain lain. Jadi aku merasa kurang cocok masuk jurusan ini. Apakah aku salah jurusan? Pertanyaan itu selalu hadir setiap hari dan agak menakutkan bagiku, hahaha. Sebenarnya, kakak tingkat jurusan sudah menjelaskan tentang jurusan ini, but i'm not sure. Aku merasa perlu gambaran yang lebih jelas, ada sebuah perasaan gelisah yang mengebu-ngebu. Maybe, aku akan berkonsultasi dengan orang lain. Aku khawatir rasa gelisah ini akan membuatku sulif menjalani hari-hari sebagai mahasiswa. Tapi satu hal...
"Kalau aku pengennya deket sama seseorang yang bisa mengontrol aku, mengubah aku," "Kalau gitu, kamu mau nunggu orang lain buat berubah? Nunggu orang lain memanage waktumu? Hidupmu?" Selang beberapa saat, suasana menjadi hening. Tidak ada yang salah ketika kamu menginginkan seseorang yang bisa melengkapi kekuranganmu, itu wajar, kita manusia. Tapi jangan sampai, hal itu kita jadikan sebuah 'alasan' untuk melarikan diri tanpa sadar. Menunggu orang lain yang mengubah kita, mengingatkan kita. Ku Selagi kita bisa mengubah beberapa sifat dan mengatur waktu kita tanpa perlu bantuan orang lain, kenapa ditunda sampai diingatkan orang lain? Memang, kita butuh seseorang yang selalu mengingatkan kita saat kita lupa, menengur kita saat manajemen waktu kita salah, tapi bagaimana jika kita tidak menemukan orang yang seperti itu? Yang kita inginkan? Tidak akan pernah mau berubah? Semua hal di dunia ini harus dimulai dari niat kita sendiri, jika kita punya nia...